Selasa, 21 Juni 2011

Keberhasilan di mulai dari sesuatu yang kecil

Banyak dari kita selalu menginginkan keberhasilan dengan cepat, bahkan sebagian kita mencarinya dengan cara-cara yang instan, sehingga penggunaan berbagai cara dan menghalalkannya sudah menjadi suatu yang lazin. Ini menjadi suatu dilema di masyarakat kita.
Orang-orang yang mempunyai kekuasaan "biasa"nya menggunakan kekuasaannya untuk mencapai keberhasilannya
Seorang yang kaya akan menggunakan kekayaannya untuk memperoleh keberhasilannya.
Sedangkan orang yang miskin semakin terpinggirkan dan terpojok tanpa bisa meraih kesetaraan seperti orang-orang di sekelilingnya.

Melihat kondisi seperti ini sudah bisa di tebak kemungkinan-kemungkinan apa yang terjadi di kemudian hari?
Jurang pemisah yang terlalu jauh inilah yang akan menjadikan dampak baik secara sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya.

Sedah seharusnya kita awali untuk saling mengisi membantu saudara-saudara kita yang lain untuk berhasil dan lebih meningkatkan kualitas hidupnya, karna keberhasilan satu sisi pastilah akan mendukung dan memicu keberhasilan-keberhasilan yang lain.
Tidak ada yang mubadzir dari kebaikan-kebaikan kita,dan pastilah berkeyakinan dengan mendorong orang lain lebih berhasil maka akan menjadikan kita lebih berhasil lagi.

Ada sebuah cerita seorang anak kecil yang bermain main bersama kakeknya menyusuri pantai yang terbentang luas.
Anak kecil tersebut selalu mengambil bintang bintang laut yang terdampat di daratan karna semalan tenbawa ombak di pantai, kemudian ia melemparnya ladi ke lautan.
Sudah banyak bintang laut itu yang ia lempar, padahal banyak anak-anak lain yang hanya menjadikan mainan.
Sang kakek melihat itu dengan menyerngitkan kening.
"Buat apa kau lempar bintang laut itu ke laut cu?" Kata kakek pelan
"Agar ia masih hidup kek" jawab cucu disela sela kesibukannya mengambil bintang laut tersebut
"Apa yang kau bisa lakukan cu, lihat pantai ini sangatlah panjang dan di situ ada ribuan bintang laut yang tedak bisa kau selamatkan. Apakah kau mampu menyelamatkan semua?" Kata kakek menimpali lagi
Si cucu menghentikan kegiatannya, di timang timangnya seekor bintang laut di tangannya.
"Yah...aku tak akan mampu kek, tapi yang aku rasakan aku bisa menyelamaukan seekor bintang laut ini untuk hidup sebelum matahari membakar tubuhnya hingga mati." Katanya perlahan dengan di sertai lemaparan bintang laut itu keaut.

******

Hal yang bisa kita pelajari dari cerita tadi adalah, untuk membantu orang lain atau sesuatu, bisa diawali dari hal-hal kecil sesuai kemampuan kita.
Keberhasilan yang besar di awali hal yang kecil

Untul mencapai tangga teratas kita harus memulai dari pijakan awal...

Sabtu, 11 Juni 2011

Percaya Diri


Banyak dari kita yang mengingikan kesuksesan tetapi menggunaka cara-cara yang kurang baik dalam menjalaninya. Sering kita menipu diri kita dengan”membungkus” hal-hal tidak baik sehingga terlihat baik. Banyak kamuflase yang kita tampilkan, ketidak jujuran yang kita berikan agar kita terlihat benar dan sempurna.
Pada dasarnya didalam diri kita pasti ada keinginanuntuk menjadi benar, untuk berfikir benar, dan bertindak benar. Apabila kita menentang keinginan tersebut seperti halnya juga kita memasukkan penyakit “kangker” ke dalam hati nurani kita. Kangker ini berkembang dan berkembang dengan memakan habis nurani kita, sehingga lama-lama yang kita fikirkan dan kita lakukan menuju kearah yang tidak benar. Untuk itu segera lakukan yang benar dan terbaik, sehingga kita bisa menghindari melakukan apa saja yang akan menyebabkan anda bertanya diri “apakah saya akan terungkap? Apakah saya akan tertangkap? Apakah saya akan lolos?”
Dengan mengerjakan sesuatu yang bena akan membuat hati nurani kita puas. Hal ini akan membangun kepercayaan pada diri kita. Sebab jika kita melakukan sesuatu yang kita sudah tahu hal itu salah, maka ada 2 (dua) hal negativpun akan terjadi. Pertama, kita akan merasa bersalah dan rasa bersalah inilah yang akan menggerogoti rasa kepercayaan diri kita. Kedua, secara cepat ataupun lambat orang lain pasti akan mengetahuinya dan ini akan menghilangkan kepercayaan kepada kita. Maka kerjakan apa yang menurut anda benar dan selalu peliharalah kepercayaan yang ada kepada diri kita, itulah yang dimaksud dengan “berfikir” menuju sukses.
Kita bisa lihat dan buktikan bahwa gerakan dapat mengubah fikiran dan emosi kita. Lihatlah orang yang tadinya malu-malu memperkenalkan dirinya dapat segera menggantikan sikap malu-malu tersebut dengan sikap percaya diri, cabalah dengan melakukan 3 (tiga) tindakan yang sederhana ini.
Pertama, Julurkan tangan anda dan segera raihlah tangan lawan bicara anda serta genggamlah tangannya dengan hangat. Kedua, tatap dan lihat dengan antusias langsung kearah lawan bicara anda. Dan ketiga, jangan lupa katakanlah “senang sekali hari ini saya bertemu dengan anda.”
Tindakan yang kelihatan sederhana ini akan bisa langsung menimbulkan rasa percaya diri pada diri anda. Dengan kepercayaan diri yang baik inilah merupakan bekal yang “hebat” untuk menuju kesuksesan yang anda inginkan.

Selasa, 07 Juni 2011

catatan dari teman

Karena hujan yg tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan karena hari sudah malam & sampai Tegalega, perut sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan.

Lagi asyik-asyiknya menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak, dengan istri & 2 anaknya.
Yang menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong. Lalu bapak ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng untuk istri & anaknya.
Pertamanya sih tidak ada yang menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yg menarik hati saya. Ternyata yang menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri & anaknya menikmati makanan ini. Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali & sangat menikmati ayam goreng yang dipesan oleh bapaknya.

Saya perhatikan wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia di wajahnya.
Lalu saya mendengar dia berkata
"makan yg puas Nak, hari ini tanggal kelahiranmu"

Saya terharu mendengarnya.
Seorang bapak, dengan keterbatasannya, sebagai (mungkin) pemulung, memberi ayam goreng warung tenda di pinggir jalan, untuk hadiah anaknya.
Hampir mau menangis rasanya saya di warung itu. Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri & membayar makanan saya & juga dengan pelan pelan saya bilang sama penjaga warung
"mas, tagihan bapak itu, saya yang bayar, dan tolong tambahin 1 porsi ayam goreng dan tahu tempe"
Lalu cepat-cepat saya pergi.

Kisah ini saya tulis untuk bahan perenungan. Bahwa Tuhan sudah memberikan yg terbaik untuk saya saat ini. Kita biasa makan di Sushi-Tei, Kentucky, Mc Donald, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut, dsb. Tetapi bagi orang di sekitar kita, pecel lele di pinggir jalan, adalah makanan mewah buat dia. Sungguh tak pantas bagi saya untuk mengeluh..

Semoga bermanfaat. Syukurilah nikmat yng diberikan Allah saat ini.. Kelak Allah akan slalu menambah nikmat yng tlah diberikan amiin..

Kamis, 19 Mei 2011

Tentang Sabar

Sabar memang masih menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat kita
Banyak yang semakin bingung dalam memaknainya.

Seperti contoh kisah “Si Anak” yang begitu menginginkan kesabaran pada dirinya.
Hal ini di karenakan keinginan Ibunya, karena ketakutan yang berlebihan pada sikap SiAnak dalam perilakunya sehari hari.

Karena kebiasaan yang di manja oleh ibunya, dengan alasan sayang menjadikan Si Anak selalu menginginkan segala keinginannya untuk segera di penuhia dengan segera, padahal kebiasaan sayang anak yang berlebihan ini menjadikan Si Anak jadi kurang peka akan kondisi yang ada di sekelilinhnya.

“sabar ya Nak….sebentar” kata Sang Ibu suatu saat
“orang sabar di sayang Tuhan Nak” katanya lagi karena melihat si Anak Nampak belum puas.

Melihat kesabaran anak yang tiap hari Nampak semakin sulit di kendalikan maka di perintahkanlah Si Anak untuk menemui “Sang Guru” untuk belajar tentang kesabaran.

Maka datanglah Si Anak ke tempat guru yang telah di tunjuk ibunya tadi.
Si Anak datang ke rumah Sang Guru dengan membawa banyak oleh-oleh yang akan di berikan bagi keluarga Sang Guru.

“Saya akan belajar tentang sabar Pak Guru” kata Si Anak membuka pembicaraan
“Oooo….iya Nak, Ibumu sudah menghubungi aku kemarin kok” tukas Sang Guru dengan santai
“Wah malah cepet dong belajarnya” sahut Si Anak lagi dengan mata berbinar-binar, dengan harapan pelajaran tentang kesabaran ini bisa cepet selesai.
“Ya sudah sebelum belajar kita makan dulu, kebetulan ibunya anak-anak tadi masak sayur dan tempe goreng…… pasti kamu sudah lapar ya” kata Sang Guru lagi.
“Kok sepi rumahnya Pak Guru?” tanya Si Anak
“O ya….tadi ibu sama anak-anak pergi kerumah kakek kok, kita bisa makan berdua saja” lanjut Sang Guru
“Coba kamu ambilkan Nasi sama Lauknya ya Nak” kata Sang Guru lagi

Maka di ambilkannya makanan yang ada di meja itu untuk Sang Guru dan dirinya sendiri, maka dengan lahapnya Si Anak makan, karena memang sedang lapar-laparnya ia.

Di lihatnya Sang Guru makan dengan lambat dan seakan-akan dinikmati setiap kunyahan di mulutnya.
Dengan santai dan menikmati Sang Guru apa yang di sediakan di depannya,
Sedang Si Anak lama-lama merasa tersiksa dengan kelambanan cara makan Sang Guru, tapi ia enggan untuk mengungkapkannya langsung, tapi dari raut mukanya sudah bisa dilihat ketidak puasan itu.

Melihat kondiri itu maka San g Guru berhenti sejenak dari aktifitas makannya dan ia bicara “Nak kalau kamu mau belajar sabar, baca aja buku di belakangmu itu” kata Sang Guru menunjuk tumpukan buku di belakang Si Anak.

Si Anak berdiri dan kengambil salah satu buku yang di tunjuk tadi dan mulailah ia membuka buka buku dengan penuh penasaran.
Sambil menyelesaikan makan Sang Guru melihat sejenak aktifitas Si Anak sambil merapikan piring kotor di depannya.

Si Anak semakin binggung karena buku yang ia baca sama sekali tidak ada pelajaran yang membahas kesabaran.
“Mana pelajaran Sabarnya Pak, di buku ini tidak ada…..saya pengin belajar sabar Pak” kata Si Anak sambil membolak balik buku tersebut.

Dengan lemah lembut di Sang Guru ,mendekati Si Anak
“Nak Sabar bukan sekedar kata-kata ataupun tulisan semata mata, tapi penghayatannmu menghadapi setiap permasalahan itu yang terpenting” kata Sang Guru
“Sabar itu keiklasanmu menerima kondisi apapun atau keadaan apapun dengan tetap bertawakal” lanjut Sang Guru sambil pergi kebelakang untuk mengambil air minum

Sedang Si Anak masih diam membisu belum bisa menerka arah pembicaraan Sang Guru………..

Senin, 25 April 2011

Masih Tentang Keinginan

oleh Muhammad Turmudi

siang ini, ketika aku makan bersama temanku di warung dekat kantor
"itu orang terkaya di pasar ini mas" kata temanku sambil menunjuk orang didepanku
"masak" sahutku sedikit tidak percaya
"bener mas, dia sangat banyak mempunyai toko2 disini" katanya menjelaskan

bapak di depanku terliat sangat biasa dan selalu tersenyum menyambut pembicaraan sekelilingnya

sangat beda dengan kebanyakan orang yang menginginkan di hormati dan di sanjung sanjung untuk menunjukkan kelebihannya di banding orang lain

KAU SEBUT NAMAMU "BUDI"

oleh Muhammad Turmudi

kau sebut namamu budi.... katamu sambil menawarkan sebuah nama surat kabar yang biasanya terbit sore hari.
"sekarang terbit pagi pak" katanya lagi.
"bapak bisa langganan dengan harga spesial dan masih ada potongan untuk harga perkenalan ini"
aku cuman senyum dan kuarahkan ke istriku untuk menjawabnya
"wah tiap hari kita dah liat berita di tv mas, dan klo pengen berita bisa di internet" jawan istri dg di plomatis.
"iya mas" lanjutku mengiyakan saja
"yah coba sebulan dulu bu" lanjutnya dengan memelas
"bila kurang berkenan tidak usah di teruskan." katanya lagi
"itung itung bantu saya di pekerjaan ini pak, saya lagi training." tambahnya lagi dengan mantap
"targetnya berapa mas" tanyaku
"lima puluh pak" jawabnya
"trus dah dapat berapa" tanyak...u lagi
"tiga pak"
"ya udah kita coba sebulan dulu ya mas"tukasku kemudian
"makasih pak, besok dah bisa di kirim" jawabnya dengan wajah berbunga bunga.

MOTIVASI SDM

oleh Muhammad Turmudi

Bila anda ingin memotivasi karyawan:

1.Rasa takut

Jalan ini sepertinya efektif, makanya banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan ini pada karyawannya. agar para karyawannya termotivasi untuk mengejar target yang telah di tentukan. Biasanya perusahaan menerapkan rasa takut ini dengan memberikan banyak sanksi seperti halnya potong gaj, phk dan lain-lain. akan tetapi, untuk jangka panjang pemberian rasa takut berlebihan ini kurang baik dan akan menjadikan stress dan beban moral berkepanjangan.

2. Kompensasi

Kompensasi atau insentif, merupakan pancingan untuk memacu semangat mencapai target. hal ini mempunyai kejelekan apabila begitu pancingan sudah tiada, maka karyawan ini pun malas untukmengejar produktivitasnya. Banyak karyawan yang hanya termotivasi bila ada pancingannya. Bila kompensasi berkurang atau malah hilang, turun dan hilanglah motivasi mereka.

3.Pengembangan Sumber Daya Manusia

Motivasi terbesar ada dalam diri manusiaitu sendiri. Apabila bisa mengolahnya, maka bisa dipastikan perusahaan yang mengembangkan SDM akan dapat meningkatkan produktivitas. Cara agar perusahaan dapat membuka sumber motivasi terbesar ini adalah dengan mengadakan berbagai program training berkala. Sehingga dengan tumbuhnya kesadaran SDM akan memberikan dampak yang positif pada kinerja perusahaan.